Minggu, 09 Oktober 2011

Project Management

Project Management
Manajemen Proyek adalah suatu ilmu bagaimana seni mengelola suatu Proyek.
Proyek merupakan kegiatan yang unik spesifik, karena ada awal dimulainya proyek dan ada akhir penyelesaian proyek, membutuhkan dana tertentu, sumberdaya manusia, perlatan dan metoda tertentu. Kalau kita berbicara manajemen kita pasti ingat harus ada Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Jadi manajemen proyek adalah bagaimana kita dapat mengelola sumber daya yang ada untuk menyelesaikan proyek tersebut dengan membuar rencana kerja dengan baik, mengorganisir, melaksanakan serta memantau sehingga hasilnya adalah proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu, dengan biaya yang disediakan, dan dengan kualitas yang telah ditentukan.( B= biaya, M = mutu, W = waktu ). Tentunya suatu proyek diawali dari sebuah ide atau gagasan, dari ide ini kemudian di kaji lebih lanjut dengan membuat suatu kajian kelayakan proyek ( Feasibility Study ), yang meliputi kajian Teknik, kajian Ekonomi dan kajian Lingkungan. Setelah ketiga kajian dinyatakan layak proyek di laksanakan maka pihak pemangku kepentingan membuat Front End Engineering Design. Dari sini untuk pengadaanperalatan yang memerlukan waktu panjang ( long Lead Item ) dapat dipesan terlebih dahulu.
Dari front end engineering design sudah dapat diperkirakan berapa biaya proyek namun masih kasar ( +/- 20% keakuratannya ). Pembuatan secara rinci masuk kedalan kegiatan Detail engineering design ( DED ). Sebelum berlanjut sejak awal tentu pihak pemangku kepentingan biasanya pemilik proyek dapat menentukan proyek akan di kerjakan secara Engineering, Procurement, dan Construction atau ketiga kegiatan dipisah, bahkan pemilik dapat melaksanakn dengan Turnkey Project (tahu jadi ).Atau mungkin Pemilik tidak ada dana, ini bisa dilakukan dengan cara Built, Operate, dan Transfer ( BOT ).
Proyek dikatakan dilaksakan bila kajian ekonomi baik ditinjau dari pay back periode cepat uang yang ditanamkan kembali, atau di kaji dengan cara Net Present Value dengan menghitung discounted rate dimana NPV positif, dan masih ada cara untuk membandingkan seperti return on investment, profitability Index.
Rencana Kerja kegiatan proyek harus segera tersusun, kapan proyek hurs selesai. Lingkup kerja dan kebutuhan barang , material dan peralatan disusun dalam bill of material atau bill of quantity, Gambar kerja serta kebutuhan tenaga kerja tersusun dengan baik sesuai dengan kebutuhan.
Paket proyek yang sudah tersusun segera di lakukan lelang sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Mulai dari prakualifikasi, pre bid meeting, penawaran, evaluasi, penunjukan pemenang.
Pelaksanaan mobilisasi pemenang lelang segera setelah ada surat penunjukan kerja.
Organisasi proyek di susun berdasarkan kebutuhan, mulai dari bagian engineering, construction, support serta bagian penunjang yaitu logistik.
Pelaksanaan Proyek hari hari harus di pantau kemajuan pekerjaannya, jangan sampai adanya kelambatan kegiatan. Untuk itu perlu dibuat lintasan kritis dari kegiatan proyek dengan cara "Critical Path Metode" dengan diketahuinya lintasan kritis maka pengawas dapat lebih waspada dalam mengawasi kegiatan yang berada dilintasan kritis.
Mutu proyek juga harus dipantau, dengan standard yang telah disetujui bersama dalam hal ini panduan ISO 9000 untuk kontraktor sebagai acuannya.
Apabila proyek selesai dengan melakukan uji coba ( commissioning ) dan semua peralatan memenuhi spesifikasi dan system dapat memenuhi target kapasitas yang telah ditentukan proyek di pindah tangan kan dari pihak kontraktor ke pemilik untuk dijalankan secara komersial ( commercial operation ), jadi sudah bisa mendapatka pendapatan persahaan ( revenue )

Teknologi Pencairan Gas Alam di Indonesia

Pencairan Gas alam merupakan salah satu upaya teknologi, untuk dapak mengangkut gas alam dari tepat produksi ketempat konsumen yang jaraknya jauh melebihi 5000 km menyebrangi samodra dalam bentuk cair. Prosesnya adalah melalui proses pendinginan, gas alam yang berupa gas methana ( CH4 ) akan mencair pada suhu - 156 derajat celcius dibawah nol pada tekanan 1 atm. Dengan demikian Volumenya akan mengecil seper enam ratus kalinya. Teknologi pencairan Gas alam di Indonesia diawalai dengan ditemukannya cadangan Gas Alam yang cukup besar di Aceh Sumatra dan di Muara Badak di Kalimantan Timur. Dengan demikian peluang Indonesia untuk memanfaatkan atas hasil sumber daya alam yang tadinya hanya digunakan secara terbatas, dan bahkan dibakar percuma , sekarang menjadi penghasil devisa negara. Peran Indonesia dalam memproduksi Gas alam Cair diawali dengan diresmikannya Kilang LNG di Bontang Kalimantan Timur pada 1 Agustus 1977 oleh Presiden kedua yaitu bapak Soeharto, yang kemudian disusul dengan Kilang LNG Arun di Aceh. Gas Alam cair di eksport ke Perusahaan Listrik di Jepang antara lain Chubu Electric Power Co,Kansai Electric Power Co, Osaka Gas Co, Toho Gas.
Proses Pencairan Gas di mulai dari feed gas yang berasal dari sumur sumur Gas di Muara Badak yang berjarak kurang lebih 60 KM dari Kilang dengan menghilangkan kandungan H2O, Co2, Hg dan impurities lainnya sampai batas derajat yang tidak akan mengggu dalam proses pencairan nantinya di peralatan yang di sebut Main Heat Exchanger. Dari sini gas alam cair di tampung di Tanki penampungan LNG sebelum di kapalkan ke Negara pembeli.
Saat ini Indonesia adalah sebagai penghasil LNG terbesar di dunia, dan sejak beroperasinya Kilang LNG Bontang banyak prestasi terutama prestasi keselamatan dan kesehatan kerja yang sering mendapatkan pengharhaan baik dari Pemerintah Indonesia maupun Badan/Institusi Luar seperti British safety council yang sering memberikan sword of honour bagi prestasi Keselamatkan Kerja Kilang Bontang. Sejak Beroperasi dari tahun 1977 sampai sekarang telah dikapalkan sekitar 7274 cargo ke berbagai negara pembeli yaitu Jepang, Korea Selatan, Taiwan China, USA, Rusia ( 1 std cargo = 125.000 m3 LNG ) datas ini diperoleh per akhir bulan September 2010 tahun lalu. Keberhasilan pengelolaan Kilang LNG Bontang ini tidak lepas dari peran seluruh karyawan yang terlibat dalam kegiatan bisnis. Karena untuk mengelola suatu kegiatan bisnis ada tihal yang perlu di pelihara, yaitu asset phisik, asset Human dan kultur, serta asset knowledge. Hal ini sesuai dengan visi, misi dari perusahaan pengelola yaitu mengoperasikan kilang secara aman, handal, dan effisien.

Procurement

Procurement ( Pengadaan Barang dan Jasa ) adalah salah satu bagian didalam rangkaian kegiatan Logistik atau sekarang lebih dikenal Supply Chain. Kegiatan Supply Chain management terdiri dari, procurement, inventory ,dan warehousing. Tugas pokok dari bagian procurement adalah mengadakan dan menyediakan barang dan jasa lewat suatu mekanisme/prosedur yang ditetapkan. Sebagai contoh kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Minyak dan Gas bumi BP Migas telah membuat tata cara kerja yang di kenal dengan PTK 007 yang telah direvisi. Semua kegiatan Supply Chain diatur didalamnya. Sedang di pemerintahaan telah diatur melalui Keppres 52.