Project Management
Project Management
Manajemen Proyek adalah suatu ilmu bagaimana seni mengelola suatu Proyek.
Proyek merupakan kegiatan yang unik spesifik, karena ada awal dimulainya proyek dan ada akhir penyelesaian proyek, membutuhkan dana tertentu, sumberdaya manusia, perlatan dan metoda tertentu. Kalau kita berbicara manajemen kita pasti ingat harus ada Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Jadi manajemen proyek adalah bagaimana kita dapat mengelola sumber daya yang ada untuk menyelesaikan proyek tersebut dengan membuar rencana kerja dengan baik, mengorganisir, melaksanakan serta memantau sehingga hasilnya adalah proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu, dengan biaya yang disediakan, dan dengan kualitas yang telah ditentukan.( B= biaya, M = mutu, W = waktu ). Tentunya suatu proyek diawali dari sebuah ide atau gagasan, dari ide ini kemudian di kaji lebih lanjut dengan membuat suatu kajian kelayakan proyek ( Feasibility Study ), yang meliputi kajian Teknik, kajian Ekonomi dan kajian Lingkungan. Setelah ketiga kajian dinyatakan layak proyek di laksanakan maka pihak pemangku kepentingan membuat Front End Engineering Design. Dari sini untuk pengadaanperalatan yang memerlukan waktu panjang ( long Lead Item ) dapat dipesan terlebih dahulu.
Dari front end engineering design sudah dapat diperkirakan berapa biaya proyek namun masih kasar ( +/- 20% keakuratannya ). Pembuatan secara rinci masuk kedalan kegiatan Detail engineering design ( DED ). Sebelum berlanjut sejak awal tentu pihak pemangku kepentingan biasanya pemilik proyek dapat menentukan proyek akan di kerjakan secara Engineering, Procurement, dan Construction atau ketiga kegiatan dipisah, bahkan pemilik dapat melaksanakn dengan Turnkey Project (tahu jadi ).Atau mungkin Pemilik tidak ada dana, ini bisa dilakukan dengan cara Built, Operate, dan Transfer ( BOT ).
Proyek dikatakan dilaksakan bila kajian ekonomi baik ditinjau dari pay back periode cepat uang yang ditanamkan kembali, atau di kaji dengan cara Net Present Value dengan menghitung discounted rate dimana NPV positif, dan masih ada cara untuk membandingkan seperti return on investment, profitability Index.
Rencana Kerja kegiatan proyek harus segera tersusun, kapan proyek hurs selesai. Lingkup kerja dan kebutuhan barang , material dan peralatan disusun dalam bill of material atau bill of quantity, Gambar kerja serta kebutuhan tenaga kerja tersusun dengan baik sesuai dengan kebutuhan.
Paket proyek yang sudah tersusun segera di lakukan lelang sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Mulai dari prakualifikasi, pre bid meeting, penawaran, evaluasi, penunjukan pemenang.
Pelaksanaan mobilisasi pemenang lelang segera setelah ada surat penunjukan kerja.
Organisasi proyek di susun berdasarkan kebutuhan, mulai dari bagian engineering, construction, support serta bagian penunjang yaitu logistik.
Pelaksanaan Proyek hari hari harus di pantau kemajuan pekerjaannya, jangan sampai adanya kelambatan kegiatan. Untuk itu perlu dibuat lintasan kritis dari kegiatan proyek dengan cara "Critical Path Metode" dengan diketahuinya lintasan kritis maka pengawas dapat lebih waspada dalam mengawasi kegiatan yang berada dilintasan kritis.
Mutu proyek juga harus dipantau, dengan standard yang telah disetujui bersama dalam hal ini panduan ISO 9000 untuk kontraktor sebagai acuannya.
Apabila proyek selesai dengan melakukan uji coba ( commissioning ) dan semua peralatan memenuhi spesifikasi dan system dapat memenuhi target kapasitas yang telah ditentukan proyek di pindah tangan kan dari pihak kontraktor ke pemilik untuk dijalankan secara komersial ( commercial operation ), jadi sudah bisa mendapatka pendapatan persahaan ( revenue )

